Honda XL BERANI TAMPIL BEDA



Banyak yang kecele tunggangan Tonny Aditawarman. Sekilas orang kira Honda CB100. “Padahal ini asli Honda XL. Nyaris serupa memang dengan CB. Namun tampilannya rada gambot ketimbang CB,” buka Tonny Onchew, sapaan karibnya.

Sedikit mengulas riwayat XL ini, sekitar taun 80-an, merupakan kendaraan dari instasi pemerintah. Kerap digunakan dinas pertanian serta perhutani. Apalagi ditambah kapasitas mesin 125 cc, layak diandalkan menyusuri perkebunan serta hutan.

Kini di tangan Oncew, tampilan standar Honda XL berubah 180 derajat. Bentuk terkesan lebih berotot dan semakin kekar.

“Selain memang kerap digunakan nyu­sruk alias ikutan adventure, juga se­ring dipake jika sedang jadi juri dalam balap grasstrack,” ujar anggota biro roda dua Pengprov IMI Jabar ini.

Guna mengejar tampilan motor petualang, Oncew coba terapkan tema sesuai bentuk trail adventure tersebut. Bahkan ditambah variasi pendukung hingga detailnya.

Pertama, peredam kejut depan. Sok asli dari Suzuki TS125 diterapkan guna mengejar tampilan tinggi. Ini juga menyesuaikan postur tubuh Oncew. Ditambah pemasangan pelek TK diameter 21 inci.

Sedang belakang sengaja dipasang diameter 18 inci yang ditopang sokbeker YSS.
Kedua pelek tersebut lantas dibalut ban Kenda tipe Enduro dan Track Master yang identik dengan alur model tahu.


Guna penunjang tampilan, variasi pendukung lantas diterapkan. Setang dipasang dari Protaper, untuk handguard dipercaya produk UFO.

Warna oranye ngejreng hasil laburan dari bengkel cat Mif Aibrush yang beken di Tasikmalaya, sengaja dipilih Oncew. Sedang unsur pemanis guna mengejar tampilan kental motor adventure, dipasang stiker model decals garapan dari Hawex Custom.

Urusan mesin, kapasitas mesin XL yang 125 cc dianggap kurang mumpuni. Untuk itu, mesin terpaksa adopsi dari Honda Tiger yang memiliki kapasitas 200 cc. Namun tidak semua mesin Tiger nemplok. Untuk rasio tetap mengusung punya XL yang punya 5 percepatan.

Sebagai penyuplai bahan bakar, kaburator 24 Keihin dipasang. “Saluran pelepas gas buang bagian lehernya handmade, sedangkan silencer dari SND,” jelas Once sambil bilang suaranya kini lebih padat.

Yang bikin heboh, motor ini sempat ada yang berani nawar 20 jeti lho. Namun Oncew enggan untuk menjualnya, dengan alasan sayang jika sampai dijual. “Tapi, kalo ada yang berani Rp 25 juta, di­ju­al deh, “ kekeh Tonny Oncew

DATA MODIFIKASI
Teromol : KLX 150S
Sepatbor : Acerbis
CDI : BRT
Tail lamp : Zeta


sumber: motorplus-online