SOLUSI ANAK - ANAK TAKUT PADA PELAJARAN MATEMATIKA



Dari Manakah Rasa Takut Anak-anak pada Pelajaran Matematika Berasal?

Menurut Russel Deb (about.com) menyebutkan bahwa biasanya rasa takut ini berasal dari pengalaman yang tidak menyenangkan dalam pelajaran matematika. Fobia matematika juga dapat disebabkan oleh rendahnya kualitas pembelajaran matematika dan kurangnya latihan soal-soal matematika.

Beberapa Poin yang menyebabkan anak takut pada matematika adalah :

1. Gambaran yang menyeramkan tentang matematika, berakibat pada Fobia Matematika
2. Bahasa penyampaian materi pelajaran yang sulit dimengerti
3. Suasana Kelas yang menegangkan
4. Guru matematika yang “menyeramkan”
5. Kurangnya penguasaan materi pelajaran matematika oleh guru
6. Penyajian materi pelajaran yang kurang menarik

Ketakutan yang sebenarnya dari pelajaran matematika adalah anak takut jika jawaban yang didapatkannya salah,
karena jawaban yang salah berarti kegagalan sehingga anak dituntut untuk selalu bisa memberikan jawaban yang benar

Beberapa anak justru akan semakin takut dan membenci pelajaran tersebut. Jika anak terlalu takut dengan matematika bisa memicunya memiliki gangguan matematika (mathematics disorder) yaitu kondisi dimana anak memiliki kemampuan matematika rendah atau di bawah kemampuan normal anak berdasarkan usia dan tingkat pendidikannya.

Solusi Menghadapi Ketakutan  Anak  Terhadap Pelajaran Matematika

Selanjutnya untuk mengatasi rasa takut terhadap Pelajaan Matematika seseorang harus membentuk enam sikap diri sebagai Orang Tua

1. Sikap Positif akan membantu. biarkan anak berkreasi dengan angka.. misal untuk anak TK bisa diajari dengan menghitung jumlah pintu, jendela, kamar dll

2. Ajukan Pertanyaan Terhadap Materi yang sudah dia Kuasai. sehingga kita bisa meraba kemampuan dia

3. Praktek atau latihan soal secara teratur yang sederhana aja dulu.. misal ulangi lagi latihan kemarin 1 sampai 2 x

4. Serahkan pada Ahlinya ( Kursus ).. ketika kita sendiri tak paham akan Materi

5. Jangan Hanya dibaca materi untuk memahami , Tapi wajib di coba untuk berlatih menyelesaikan soal meskipun hanya 1 . dan yang paling mudah


Setelah pembentukan sikap diri ini, tinggal peran guru untuk menjadikan matematika menjadi menarik.  Disini perlu adanya faktor kreativitas guru. Kreativitas guru dalam menyampaikan materi atau kreativitas dalam hal menyajikan materi matematika pada murid-muridnya. Pada gilirannya kreatifitas guru dalam mengajar inilah yang  menumbuhkan minat dan semangat belajar para siswa.

Ingatlah bahwa matematika adalah ilmu abstrak, karena memang begitu adanya. Hampir bisa dipastikan bahwa konsep-konsep matematika adalah konsep yang abstrak. Akan tetapi, perlu pula diingat bahwa dalam tahapan-tahapan tertentu, setiap manusia juga mampu memahami sesuatu yang abstrak, walau pun tentunya sesuai dengan tingkat kecerdasannya masing-masing. Ada yang begitu cepat menangkap, tetapi ada pula yang sangat lamban menangkapnya.

Sementara untuk alasan kedua, adalah faktor guru pengajar. Mungkin saja, gurunya kurang pintar, tidak berwibawa, kurang wawasan, tidak menyenangkan, sifatnya buruk, atau hal-hal buruk lainnya. Menanggapi hal itu, ingatlah, “Guru juga manusia!” Seandainya tidak puas dengan guru di dalam kelas, bertanyalah kepada guru lain di luar kelas atau di luar sekolah kita. Kemanapun kita pergi, kita masuk, kita lakukan, butuh matematika. Dan ingat lagi: “Guru juga manusia!!” Jangan pernah menyerah, untuk mengurangi rasa takut yang yang berlebihan ( phobia ) terhadap Matematika

Peran Orang Tualah yang sebenarnya menjadi kunci jawaban persoalan di atas

Semoga Bermanfaat


Artikel lain :
1. Latihan Soal Matematika Untuk Anak
2. E-Learning Informasi Pendidikan Indonesia
3. Beasiswa Anak pendidikan