Modifikasi Suzuki Satria FU 150

 
OTOMOTIFNET - Bagi Ilham Aldri, tampil resik wajib diterapkan pada besutannya; Suzuki Satria FU lansiran 2005. Maklum, dia termasuk member senior dan jadi panutan di club Satria Cibinong.

“Malu dong sama yang muda kalau tampilan motor gue busuk bin dekil,” bilang pria supel ini. Masalah ubahan gak terlalu ribet karena sebagian besar Ilham mengandalkan part PnP alias plug n play.

Namun begitu, untuk urusan penggarapan Ilham gak turun tangan sendiri. Ia dibantu Rifki dari bengkel Yasudaki yang sekaligus juga menjadi teman satu klubnya. Oke deh Om, tapi apa aja nih ubahannya?

Pastinya dimulai dari bagian luar yakni mengaplikasi cover side leg dari bawaan Suzuki Raider Thailand. Selain bikin bodi FU makin ramping, pemasangannya juga simpel! Sebab, semua dudukan bodi tersebut sama persis dengan bawaan Satria FU lokal. Jadi enggak perlu merombak atau menambah dudukan baru.

Enggak cukup hanya mengganti cover. Seluruh bodi juga dilumuri cat warna putih bermotif tribal dari label cat Danagloss. Sedang untuk pernis, pilihannya jatuh pada merek Spies Hecker agar hasilnya maksimal dan terlihat wet look. Hal itu menurut Ilham bisa mendukung tampilan resik tadi.

Setang Honda Nova Dash, lebih rendah di banding bawaan standar

Pelek Zipp, punya profil bibir pelek yang tebal
Nah sekarang bicara kaki-kaki. Pelek standar model palang dinilai udah pasaran! “Kurang modis kalo tetap mempertahankan aslinya,” aku pria pandai bergaul ini. Solusinya diganti tipe jari-jari. Untuk pelek depan dan belakang, dipilih merek Zipp dengan ukuran 1,40 x 17. Eits bukan tanpa alasan, sebab profil bibir pelek yang tebal jadi pertimbangan Ilham.

Swing arm berlubang, bikin bobot motor lebih enteng
Sedang untuk menemani pelek depan tadi, dipasang pula cakram dari copotan Kawasaki Ninja 150 RR yang punya diameter piringan menyerupai bawaan standar. Sedang untuk kaki-kaki belakang, swingarm standar diganti dengan label Yoshimura yang punya profil berlubang.

“Selain buat gaya, otomatis pemasangan arm itu bikin bobot motor berkurang dan efeknya dapat berpengaruh ke performa mesin,” sahut pria yang senang sekali turing ke luar kota ini. Oh iya bicara soal performa, knalpot mengadopsi label CMS yang dinilai lebih free flow dari bawaan standar. Menurutnya sih, itu sudah cukup untuk mendukung tarikan kuda besinya.

Bagian akhir, Ilham hanya bermain dengan aksesori pendukung seperti footstep racing dan setang copotan dari Honda Nova Dash. “Posisi setang lebih rendah dibanding bawaan standar. Hal itu bikin tampilan kemudi jadi gak berkesan baplang lagi. Pokoknya, nuansa racingnya kental banget, deh,” bangganya, menutup pembicaraan.

Simpel tapi manis!

Data Modifikasi :
Pelek: Zipp 140-17
Ban depan: FDR 70/80-17
Ban belakang: Mizzle 80/80-17
Mater rem: LHK
Setang: Honda Nova Dash
Sok belakang: Custom
Swing arm: Yoshimura
Footstep: Yoshimura

sumber : http://motorplus.otomotifnet.com