GINJAL

Ginjal merupakan salah satu alat pembuangan, ginjal bekerja membuang sampah hasil metabolisme yang terjadi dalam tubuh. Secara otomatis juga membuang cairan berlebihan dala tubuh sebanyak 750-1500 ml perhari. Bila ginjal mengalami kerusakan, hasil dari sisa metabolisme tidak bisa dikeluarkan tubuh sehingga mengendap dalam tubuh. Cairan yang mengendap dalam tubuh dan tidak bisa dikeluarkan akan menumpuk di rongga tubuh sehingga terjadi sesak nafas. Apabila tidak segera ditangani bisa berakibat kematian.

PENYEBAB PENYAKIT GINJAL
Beberapa penyakit dan perilaku yang sering kali sebagai penuyebab penyakit ginjal :

  1. Tekanan darh tinggi (Hipertensi)
  2. Penyakit Diabetes
  3. Penyakit Peradangan, seperti glomerulonefritis
  4. Mengkonsumsi obat pereda rasa nyeri
  5. Penyalahgunaan obat - obatan terlarang, seperti heroin atau kokain

TANDA DAN GEJALA PENYAKIT GINJAL
  • Nyeri pinggang yang amat sangat (kolik)
  • Bengkak mata dan kaki
  • Sering kencing, saat kencing sakit, keluar air kencing sedikit dan bercampur darah
  • Demam
  • Mual muntah
  • Badan lemah dan tidak ada tenaga
  • Nafsu makn berkurang
  • Sesak nafas 
  • Wajah pucat atau anemia
  • Muncul rasa gatal yang berlebihan

PENCEGAHAAN PENYAKIT GINJAL
Beberapa faktor pencegahaan penyakit ginjal :
  1. Lakukan medical check up secara rutin. Lakukan pemeriksaan secara berkala, walaupun saat ini tubuh sehat. Apalagi jika usia diatas 35-45 tahun keatas.
  2. Lakukan pola hidup sehat
  3. Konsumsi makanan yang banyak mengandung gizi seimbang
  4. Jaga berat badan ideal
  5. Jangan mengkonsumsi alkohol
  6. Hindari asupan lemak jenuh dan kolesterol
  7. Mengatur asupan kalium dan magnesium
  8. Meningkatkan aktifitas fisik 
  9. Hindari merokok

PENGOBATAN PENYAKIT GINJAL
Tujuan dari pengobatan ginjal adalah untuk mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ginjal dimulai dengan pembatasan pemberian cairan. selain itu juga membatsi pemberiaan makanan yang mengandung protein, garam, dan fosfat. Bila tidak dapat diatasi secara konservatif, maka harus dilakukan cuci darah.